Putratama Taufik

Together We Rise

  • Home
  • Indonesia
    • Shortcodes
    • Sitemap
    • Error Page
  • Beyond Indonesia
  • Photos
  • Contact

CATEGORY >

Showing posts with label cerita sehari-hari. Show all posts
Bagi wanita, memutuskan untuk menjalani komitmen pernikahan adalah sebuah hal besar yang diambil dalam hidup. Selepas menikah, hidup tidak akan lagi sama baginya. Akan ada nyawa-nyawa lain yang bergantung pada keputusan di tanggannya. Karena itu, hanya wanita yang siap secara mental dan fisik-lah yang berani mengambil langkah besar ini.
Apa sih yang membedakan wanita yang siap menikah dan cewek yang belum siap berkomitmen seumur hidup? Di artikel ini Hipwee akan memaparkan beberapa ciri-cirinya. Siap-siap cek ke diri sendiri sembari deg-deg an ya, cewek-cewek. Buat kamu yang cowok, cek juga yuk apakah pasanganmu sudah masuk ke kriteria “siap dinikahi” atau belum.

1. Cewek yang Siap Menikah Akan Benar-Benar Menghargai Komitmen

Kesiapan menikah ditunjukkan lewat penghargaan terhadap komitmen
Kesiapan menikah ditunjukkan lewat penghargaan terhadap komitmen
Cewek yang sudah siap menikah tahu dengan pasti arti penting sebuah komitmen. Dia tidak akan main-main dengan hal yang satu ini. Setia, bertanggung jawab dan dapat dipercaya oleh pasangan adalah ciri-ciri yang dimiliki oleh cewek yang memang sudah siap menikah.
Segala kesepakatan yang sudah dibuat bersama dalam hubungan akan berusaha ditaati oleh cewek yang memang sudah siap menjadi seorang istri. Hal ini dia lakukan demi menghormati pasangan dan menjaga keharmonisan dalam sebuah ikatan. Gak ada tuh ceritanya kasus selingkuh atau ingkar janji yang dilakukan oleh cewek yang sudah layak dipinang.

2. Dia Bisa Berkompromi

Dia bisa dia diajak berkompromi
Dia bisa dia diajak berkompromi via www.weddingphotographermalaysia.com.my
Kemampuan untuk berkompromi adalah hal mutlak yang dibutuhkan dalam sebuah pernikahan. Bagaimana tidak, sebuah ikatan pernikahan secara tidak langsung akan menyatukan 2 kepala jadi satu. Dalam prosesnya, pasti ada silang pendapat dan ketidaksepahaman yang hanya bisa diselesaikan lewat kompromi.
Cewek yang hanya layak jadi pacar akan sulit melakukan kompromi terhadap hal-hal yang bertentangan dengan keinginannya. Kalau ada yang tidak sesuai, ia akan memilih ngambek hingga pasangannya mau mengikuti kemauannya. Nah, hal macam ini tidak akan dilakukan oleh cewek yang sudah siap menikah.
Setiap ada perbedaan pendapat, cewek yang istri-able mau duduk bersama dan mendengar pendapat pasangannya. Ia juga tidak keberatan menurunkan tuntutannya demi mencapai jalan tengah yang bisa diterima kedua belah pihak.

3. Cewek yang Cocok Jadi Pacar Akan Banyak Menuntut, Sementara Cewek Istri-Able Akan Menghargai Kemampuan Pasangan

Mau cuma pakai sandal pun, kamu akan tetap diterima
Mau cuma pakai sandal pun, kamu akan tetap diterima via qlixphotography.com.au
Sangat wajar apabila seseorang memiliki ekspektasi terhadap pasangan romantisnya. Semua orang tentu punya gambaran ideal tentang hal apa yang dia harapkan akan didapatkan dari pasangan. Perbedaan kualitas antara wanita siap menikah dan hanya cocok jadi pacar terlihat saat pasangannya tidak bisa memenuhi ekspektasi yang dimilikinya.
Cewek yang masih punya pola pikir pacaran-minded akan berusaha menuntut pasangannya, sampai dia bisa memberikan apa yang diinginkan. Sementara cewek yang sudah siap dinikahi akan berusaha menempatkan dirinya di posisi pasangan sebelum menuntut lebih jauh.
Contohnya nih, ada seorang cowok yang tidak bisa membelikan pacarnya kamera polaroid sebagai hadiah ulang tahun karena gajinya habis untuk reparasi mobil. Cewek yang hanya cocok dijadikan pacar akan terus merengek sampai si pria membelikan hadiah yang sudah dijanjikan. Sementara wanita yang sudah siap menikah akan berusaha memahami kondisi pasangannya. Dia bisa menerima bahwa terkadang ada hal lain yang harus jadi prioritas.

4. Cewek yang Layak Diperistri Tahu Betul Bagaimana Caranya Menempatkan Diri

Dia tahu caranya menempatkan diri
Dia tahu caranya menempatkan diri via www.chanraymond.net
Menjadi istri berarti tahu bagaimana cara menempatkan diri di sisi suami. Mulai dari cara bicara, bersikap di depan orang lain, cara berpakaian dan berdandan, hingga bagaimana membawa diri ditengah rekan dan keluarga pasangan. Kemampuan menempatkan diri ini tidak bisa datang begitu saja. Butuh kerendahan hati dan usaha keras untuk bisa menyesuaikan diri.
Cewek yang sudah siap dinikahi tidak akan keberatan saat harus repot belajar sedikit Bahasa Batak, demi mengambil hati calon mertua yang kebetulan berasal dari Medan. Dia juga bisa dengan mudah membaur dengan teman dan kolega pasangan, yang bahkan belum dikenal sebelumnya.
Dia punya kelenturan sosial yang tinggi
Dia punya kelenturan sosial yang tinggi via www.flickr.com
Cewek yang siap menikah punya kelenturan sosial yang tinggi. Dia gak bakal malu-maluin deh kalau dibawa ke berbagai kesempatan.
Sementara cewek yang orientasinya masih sekedar pacaran, akan enggan berusaha untuk masuk ke dalam lingkungan pasangan. Keengganan ini disebabkan oleh pola pikirnya yang masih memandang hubungan sebagai urusan 2 orang semata.
Cewek yang masih belum punya orientasi menikah belum menyadari bahwa penerimaan orang-orang terdekat akan membawa pengaruh besar dalam hubungan yang sedang dijalani.

5. Cewek yang Asyik Dijadikan Pacar Akan Mengumbar Masalah Ke Media Sosial, Sementara Calon Istri yang Baik Akan Berusaha Menyelesaikannya Denganmu

Masalah kalian tidak akan diumbar ke publik
Masalah kalian tidak akan diumbar ke publik via samleongphotography.com
Tidak ada hubungan cinta yang akan berjalan mulus-mulus saja. Setiap ikatan pacaran pasti punya konflik di dalamnya. Namun, dari permasalahan itulah sepasang kekasih bisa belajar bagaimana menyesuaikan diri dengan kekurangan dan kelebihan pasangan. Menyelesaikan masalah secara bersama-sama justru bisa jadi jalan untuk saling mengenal kepribadian.
Perbedaan perempuan yang sudah siap dan belum siap menikah terletak pada responnya saat menghadapi masalah. Cewek yang cocok dijadikan pacar akan cenderung mengumbar masalah tersebut pada banyak orang. Mulai dari curhat terselubung di media sosial sampai menceritakannya secara gamblang pada teman-temannya. Dia merasa dengan melakukan itu, pasangannya akan sadar kemudian berbuat sesuatu demi memperbaiki keadaan.
Dia berusaha menyelesaikan masalah diantara kalian berdua
Dia berusaha menyelesaikan masalah diantara kalian berdua via samleongphotography.com
Hal ini berbeda dengan cewek yang sudah istri-able. Dia sangat mengerti bahwa mengumbar masalah ke orang lain bukanlah jalan keluar yang tepat. Alih-alih mencari dukungan, dia akan mengajakmu duduk dan bicara dari hati ke hati. Cewek yang sudah siap menikah akan berusaha sekuat mungkin untuk menjaga privasi hubungan hanya dengan pasangan. Lagian, kalau cerita-cerita itu namanya mengumbar aib bukan sih?

6. Cewek yang Sudah Siap Menikah Tidak Lagi “Galau” Soal Dirinya

Dia sudah selesai melakukan pencarian terhadap diri sendiri
Dia sudah selesai melakukan pencarian atas diri sendiri via www.simplypeachy.com
Setiap orang pasti punya momen galau tentang jati diri. Mulai dari jurusan apa yang harus diambil, pekerjaan apa yang paling sesuai panggilan hati, hingga mencari apa yang harus dilakukan demi menggenapkan diri. Nah, cewek yang sudah siap menikah biasanya sudah selesai dengan kegalauan-kegalauan macam ini.
Dia betul-betul telah “selesai” dengan dirinya sendiri. Cewek yang sudah siap menikah tahu dengan pasti kemana akan membawa arah hidupnya. Visi dan tujuan hidup yang ingin dicapai sudah dia miliki dengan jelas. Kehadiran pasangan tidak akan membuatnya limbung. Sebab ia akan berusaha mencari pasangan yang bisa membersamainya dalam mencapai mimpi.

7. Cewek Istri-Able Tetap Bertahan Saat Masa Sulit Menghampiri, Cewek yang Oke Dijadikan Pacar Akan Lebih Memilih Pergi

Saat menghadapi masa sulit, dia akan bertahan
Saat menghadapi masa sulit, dia akan bertahan via anotheraccidentalbride.com
Ketika dihadapkan pada momen terendah pasangan, ada perbedaan sikap yang ditunjukkan oleh cewek yang sudah siap menikah dan yang belum. Cewek yang sudah siap menikah tidak akan pergi meninggalkan pasangan meski sang pasangan sedang berada di titik terendah dalam hidup.
Dia mafhum bahwa masa sulit adalah hal yang harus dihadapi bersama dalam sebuah komitmen.
Sementara cewek yang orientasinya masih pacaran akan melihat masa sulit sebagai sebuah pintu keluar yang ditawarkan oleh hidup. Saat pasangan dilanda masalah berat yang membuatnya terpuruk, bukan tidak mungkin seorang “pacar biasa” akan pergi karena enggan terbebani.

8. Cewek yang Cuma “Pacar Biasa” Enggan Diajak Membangun Hidup Bersama, Dia yang Istri-Able Rela Berjuang Bersama dari Nol

Cewek yang istri-able akan mau diajak hidup susah
Cewek yang istri-able akan mau diajak hidup susah via www.peggyporschen.com
Kehidupan rumah tangga tidak serta merta bahagia. Butuh perjuangan dan kompromi besar untuk menciptakan harmoni dalam sebuah pernikahan. Akan ada banyak masalah yang datang. Mulai dari perbedaan karakter, konflik antara 2 keluarga besar, hingga masalah keuangan.
Kesulitan hidup seperti diatas tentunya tidak mengenakkan. Hanya orang dengan komitmen dan loyalitas besar yang mau diajak berjuang demi membangun kehidupan yang layak dari nol. Nah, cewek yang sudah siap menikah biasanya punya ketangguhan berjuang yang lebih besar dibanding cewek yang masih ingin sekedar pacaran.
Kesiapan menikah akan tercermin pada kemauan untuk bersama-sama mewujudkan kehidupan yang diimpikan. Apapun kesulitan yang menunggu di depan akan dihadapi oleh cewek yang memang sudah siap menikah. Hidup susah sementara waktu juga gak masalah.

9. Cewek yang Siap Menikah Tahu Caranya Bersenang-Senang, Tapi Juga Tetap Bertanggung Jawab

Dia tahu cara bersenang-senang tapi tetap bertanggung jawab
Dia tahu cara bersenang-senang tapi tetap bertanggung jawab via www.wedding.com.my
Cewek yang asyik dijadikan pacar biasanya adalah orang yang sangat menyenangkan untuk diajak gaul. Dia tahu tempat-tempat asyik yang harus dikunjungi, terkadang lengkap dengan jam operasional dan menu andalan yang ditawarkan. Tapi memang, bersenang-senang masih jadi prioritas utama bagi cewek yang orientasinya sekedar pacaran. Belum ada kewajiban sebagai orang dewasa yang dipikirkan dengan matang.
Tapi kalau begitu, apakah cewek yang siap menikah adalah orang yang membosankan?
Tentu tidak. Cewek yang siap menikah adalah pribadi yang bisa membawa dirinya sesuai kebutuhan. Dia akan kamu temukan di cafe, berpakaian santai sembari menyesap Affogato. Tapi lain hari kamu akan menemukannya berpakaian resmi dan berdandan profesional karena harus meeting dengan klien.
Dia tahu caranya bersenang-senang tapi tidak melupakan kewajibannya sebagai orang dewasa.

10. Cewek yang Sudah Siap Menikah Tahu Cara Mengurus Rumah dan Mengatur Keuangan Keluarga

Dia tahu cara mengurus rumah dan keluarga
Dia tahu cara mengurus rumah dan keluarga via www.peggyporschen.com
Pembagian tugas dalam keluarga memang tidak rigid. Baik lelaki maupun perempuan perlu ambil andil dalam melakukan tugas domestik. Tapi harus diakui bahwa wanita punya “sentuhan” yang lebih dibutuhkan dalam mengurus rumah tangga. Mulai dari memilih warna perabotan, memilih parfum ruangan, hingga jadi manajer keuangan.
Cewek yang orientasinya masih pacaran biasanya belum punya kesadaran soal pentingnya belajar untuk mengatur kebutuhan domestik. Sementara cewek yang istri-able banget akan mahir mengatur rumah dan keuangan keluarga. Dia adalah pribadi yang cerdas di tempat kerja dan di tempat pendidikannya, tapi mau turun tangan untuk mengurus kebutuhan rumah tangga.

11. Cewek yang Sudah Siap Dipinang Tahu, Bantuan Terbesar yang Bisa Diberikan Pada Pasangan Adalah Doa Diam-Diam

Pasanganmu akan terus mendoakan dalam diam
Pasanganmu akan terus mendoakan dalam diam via limshouzhi.wordpress.com
Cewek yang sudah siap menjadi seorang istri tahu bahwa tugasnya bukan hanya mencukupi kebutuhan fisik pasangan. Tidak sekedar memenuhi perut dengan makanan enak dan mengatur rumah, dia juga akan membantu pasangannya sekuat tenaga dalam perjuangan mewujudkan impian.
Cewek yang sudah mempersiapkan diri untuk jadi seorang istri tahu, bahwa ada pemberian lain yang lebih layak jadi kado untuk pasangan. Apalagi jika bukan doa diam-diam?
Tanpa diminta, dia akan terus mendoakan pasangannya dalam tiap bincang mesranya dengan Tuhan. Dukungan doa darinya tidak akan pernah putus. Tanpa sepengetahuan pasangan, ada harapan yang secara konsisten terus disampaikan pada Sang Pemberi Kehidupan.
Bukankah bentuk cinta yang paling tulus memang tercermin saat seseorang terus mendoakan pasangannya dalam diam?

Gimana nih cewek-cewek, kamu masuk kategori yang mana? Buat cowok-cowok, apakah pasanganmu saat ini adalah cewek yang istri-able?
Semoga kamu segera bertemu dengan pasangan yang bisa menggenapimu, ya!



SUMBER
Share on:
Kebanyakan laki-laki berpikir bahwa untuk meluluhkan hati seorang perempuan, dibutuhkan usaha dan modal yang besar. Memberi seikat bunga mawar, makan malam romantis di hotel berbintang, sampai menghadiahkan tas bermerek dengan harga yang fantastis. Padahal, nggak semua hal material bisa membuat seorang wanita tersentuh lho.
Meluluhkan hati perempuan itu nggak selalu butuh banyak biaya kok. Kamu cukup melakukan tindakan-tindakan sederhana yang “ngena di hatinya”. Mau tahu apa saja? Yuk baca artikel ini


1. Sapa Dia Dengan Pesan Bergambar Saat Bangun Tidur

Pesan gambar bangun tidur
Pesan gambar bangun tidur via www.dailymail.co.uk
Mengirim foto selfie saat bangun tidur bisa jadi cara yang manis untuk menyapa dia di pagi hari. Foto bisa jadi media komunikasi yang efektif untuk membangun suasana yang romatis. Lewat foto, kamu bisa memperlihatkan ekpresi wajahmu saat itu. Walaupun kalian tidak bersama, dia bisa tetap merasakan kehadiranmu.


2. Beri Dia Perlindungan Saat Terjebak Di Keramaian

Melindungi dia dari keramaian
Melindungi dia dari keramaian via www.dailymail.co.uk
Rangkulkan tanganmu di bahunya saat kalian sedang berada di tengah kerumunan. Tunjukkan gestur bahwa kamu ingin melindungi dan menjaganya, tak peduli apapun yang terjadi. Tawarkan bahu dan punggungmu untuk menghalangi hal-hal buruk terjadi padanya.
Dengan cara ini, cewek akan merasa aman berada di sampingmu. Penjagaan dan perlindungan yang kamu berikan akan membuatnya nyaman berada di sisimu.


3. Sesekali, Usap Lembut Kepalanya Dengan Sentuhan Seorang “Kakak”

Usap lembut kepalanya
Usap lembut kepalanya via clover-blossoms.blogspot.com
Sentuhan bisa jadi salah satu cara paling sederhana untuk menyampaikan perasaan sayang kita kepada seseorang. Lewat sentuhan yang lembut, kita bisa menyampaikan kepada orang tersebut bahwa dia punya arti yang besar dalam hidup kita.
Saat sedang nonton film bareng di rumah misalnya, kamu bisa sesekali membelai rambut atau mengusap kepalanya dengan sentuhan “kakak”. Seakan kamu ingin bilang kalau kamu akan menjaga dia layaknya seorang kakak laki-laki.


4. Kirim Foto Konyol Untuk Mengusir Rasa Bosan Di Jam-Jam Genting

Kirim foto lucu
Kirim foto lucu via jb-is-my-lifesaver.tumblr.com
Mengirim foto selfie dengan ekspresi konyol bisa jadi tindakan manis yang membuat hati dia meleleh. Walaupun agak narsis, tindakan ini pasti akan membuat dia terhibur.  Apalagi, jika kamu mengirimnya di jam-jam genting saat dia merasa bosan. Misalnya, pada jam 3 sore atau saat terjebak macet.

5. Atau, Kirim Pesan yang ‘Manis’

Kirimi dia pesan yang manis
Kirimi dia pesan yang manis via www.textyourlove.com
“Hey, semoga harimu baik ya!”
“Terima kasih sudah mengirimkan pesan selamat pagi. Pesan selamat pagi darimu benar-benar menyelamatkan seluruh hariku.”
“Selamat beraktivitas, semoga harimu menyenangkan”
Pesan-pesan manis macam itu sudah bisa membuat cewek yang sedang kamu dekati atau bahkan sudah menjadi kekasihmu meleleh hatinya


6. Paksa Dia Olahraga

Ajak dia olah raga bareng
Ajak dia olah raga bareng via www.hipwee.com
Mencintai seseorang berarti perduli pada kesehatannya. Nggak cuma peduli pada apa yang dia makan, tapi juga bagaimana dia menjaga tubuhnya. Ajak dia untuk mulai olah raga. Terangkan bawa kamu nggak mau dia mudah sakit karena daya tahan tubuhnya lemah.
Memaksa dia untuk berolahraga memang bukanlah tindakan yang manis. Tapi pada akhirnya dia akan sadar, kamu bersikap keras karena terlalu peduli padanya.



7. Sewa Film Dan Ajak Dia Nonton Bersama Di Rumah

Ajak dia nonton bareng
Ajak dia nonton bareng via www.huffingtonpost.co.uk
Ajak dia menonton film bersama. Kalau bisa, pilih film yang genre-nya memang dia sukai. Walau kamu suka gemas lihat film komedi romantis, gak ada salahnya sesekali membahagiakan pasanganmu dengan menonton film manis macam ini. Siapkan juga penganan kesukaannya dan siapkan lenganmu sebagai tempat bersandar.
Menonton film berdua di rumah bisa mendekatkan hubungan kalian. Dibanding menonton film di bioskop, cara ini layak dicoba jika kamu ingin lebih punya kesempatan untuk berbincang dan menunjukkan perhatianmu.


8. Ajak Dia Masak Bareng

Masak bersama
Masak bersama via www.sophiasmithandassoc.com
Kamu nggak harus punya kemampuan kuliner yang “heboh” untuk menjalankan aksi manis yang satu ini. Cukup masak spaghetti  instan yang tinggal di rebus juga nggak masalah. Intinya, kamu ingin mengajak dia melakukan hal baru yang menyenangkan. Dia juga bisa liat sisi lain dari kamu. Pasti bosen’ kan kalo cuma nonton atau ke mall setiap minggu?


9. Seka Sisa Makanan Di Ujung Bibirnya

Seka sisa makanan di bibirnya
Seka sisa makanan di bibirnya via koalasplayground.com
Tunjukkan bahwa kamu memperhatikannya, bahkan sampai ke hal-hal kecil macam itu.


10. Ajak Dia Duduk Di Halaman Belakang Sambil Minum Teh

Minum teh bersama
Minum teh bersama via www.glamour.com
Siapkan kencan senja minum teh yang tidak akan ia lupakan. Atur kursi dan siapkan tea-set cantik, pilih rasa teh yang paling ia sukai. Ajak dia menikmati senja di tengah hijaunya pepohonan dan ditemani angin semilir.
Teh, pemandangan indah, dan perbincangan hangat kalian akan jadi ramuan kencan yang tak akan terlupakan olehnya.

11. Baca Buku Bareng Juga Oke

Membaca buku bersama
Membaca buku bersama via pagesay.com
Bagi beberapa orang, buku bacaan adalah hal yang sangat personal. Bagaimana tidak, lewat buku bacaan akan terlihat kepribadian dan daya imajinasi seseorang. Jika kamu sudah merasa “dia” adalah orang yang tepat untuk diajak menyelami pribadimu hingga ke titik yang paling dalam, tak ada salahnya mengajaknya membaca buku yang sama.
Kalian bisa bergantian saling membacakan paragraf yang ada di buku tersebut, kemudian bertukar pikiran tentang kesan yang kalian dapatkan dari buku yang sedang dibaca.


12.Gandeng Tangannya Saat Kalian Berjalan Bersama

Gandeng Tangannya
Gandeng Tangannya via quicklifehacks.com
Ketika kamu menggandeng tangannya di depan umum, kamu seolah ingin bilang pada dunia kalau perempuan cantik di sebelah kamu ini adalah milikmu. Tindakan ini juga bisa membuat dia merasa diakui oleh kamu.
Tapi, kamu juga harus ingat untuk tidak menggenggamnya terlalu keras dan membuat dia merasa tidak nyaman. Perasaan yang ingin kamu sampaikan lewat genggaman tangan adalah perasaan melindungi.


14. Saat Dia Punya Masalah, Jadilah Pendengar Yang Baik

Jadilah pendengar yang baik
Jadilah pendengar yang baik via www.bet.com
Ucapkan, “Aku disini kok, kamu punya telingaku untuk berbagi” pada pasangan yang sedang dirundung masalah. Tunjukkan padanya kalau kamu memang peduli pada kepelikan yang sedang ia hadapi. Tanggapi keluh kesahnya dengan anggukan dan saran yang bisa menentramkan hatinya.


15.Ingat Setiap Detil, Tunjukan Kamu Lebih Dari Sekedar Peduli Padanya

Ingat setiap detail
Ingat setiap detail via www.picturesnew.com
Ingatlah hal-hal kecil yang mendekatkan kalian. Mulai dari pakaian apa yang dia pakai di kencan pertama, komentarnya tentang sebuah kelompok musik, bagaimana dia selalu memesan nasi gorengnya, sampai ke logat dan gaya bicaranya.
Tunjukkan bahwa selama ini kamu benar-benar memperhatikan apa yang dia lakukan. Segala gerak-geriknya akan selalu tertangkap mata dan terekam di otakmu.


16. Biarkan Dia Menangis Di Pundakmu

Biarkan dia menangis di pundakmu
Biarkan dia menangis di pundakmu via www.pinterest.com
Tawarkan pundakmu sebagai tempat untuk melampiaskan kesedihannya. Tenangkan dia dengan usap lembut di kepala atau tepukan hangat di punggung. Biarkan gadismu tahu, kamu akan selalu ada di setiap naik turun episode kehidupannya.

17. Peluk Dia Erat-Erat Saat Dia Membutuhkannya

Peluk dia erat-erat
Peluk dia erat-erat via andoridori.deviantart.com
Benamkan dia dalam hangat dan bidangnya dadamu. Saat dia sedih, rengkuh dan masukkan dia dalam kokohnya lenganmu. Biarkan dia tahu bahwa ada orang yang akan selalu menopang kedua kakinya saat ia tak lagi mampu. Begitu juga saat dia bahagia, jadilah orang yang dengan ikhlas membuka lengan untuk merayakan keberhasilan yang sudah ia raih.


18. Kamu Nggak Harus Selalu Bersamanya, Tapi Pastikan Dia Tahu Bahwa Kamu Selalu “Ada”

Tunjukkan bahwa kamu akan selalu ada
Tunjukkan bahwa kamu akan selalu ada via www.theplunge.com
Saat kalian tidak bisa bertemu fisik, tunjukkan bahwa kamu selalu ada lewat berbagai bentuk pendampingan yang lain. Mulai dari perhatian yang dikirim via instant messenger atau pesan singkat, berbagai kejutan yang kamu siapkan untuk menghiasi hari-harinya, sampai ke rasa aman yang kamu ciptakan untuknya dengan menjaga sikap dan kepercayaan yang telah ia berikan padamu.
Pada akhirnya, cewek akan selalu meleleh pada pria yang bisa meyakinkannya bahwa dia akan “berhenti” di hatinya ‘kan?

Apakah kalian para cewek juga sepakat bahwa 18 hal ini bisa membuat hati meleleh? Buat kamu yang cowok, jangan ragu ya untuk mencoba 18 hal tadi. Semoga kehidupan cinta kalian semakin menyenangkan!




Sumber
Share on:
“Jangan mencintai seseorang seperti bunga, karena bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, karena sungai mengalir selamanya” 

Cinta seperti bunga adalah kesemuan. Pada hakikatnya, ia tak lebih dari gejolak nafsu syahwati yang temaram. Namun hari-hari yang kian keruh ini menjadikan manusia mencinta sebatas bunga, ia mekar di awal musimnya, indah begitu merekah, hingga tiba waktunya saat rona merah itu layu, cinta itu pergi berpaling. Cinta seperti sungai, itulah bentuk lain dari inspirasi. Tak pandang bulu, ia mencinta karena maksud abadi. Ia mencinta karena ia butuh untuk mencari sandaran hati, ia mencinta karena mencari sumber ketenangan hidup, cinta itu ada dalam bumi, cinta itu merekah begitu jelas di sekeliling kita, namun segelintir saja manusia mersakannya.

“Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak”  (Buya Hamka).
Share on:
bukan soal seberapa berat masalah yang kita hadapi, tapi soal pengertian dan sikap kita terhadap masalah itu
Semakin banyak mengerti, semakin sedikit kecewa, karena kecewa adalah hasil dari kurangnya pengertian
Memaafkan itu tidak berat bagi pribadi yg sayang pada kesehatannya, sebab memaafkan menyehatkan tubuh
Carilah pasangan yg nilai pelajaran sejarahnya jelek. Agar dia tdk ungkit ² masa lalumu.
Jangan menyalahkan orang lain, kita sendiri tidak terlepas dari kelalaian
kita sering alami salah paham, hasil dari imajinasi yg salah terhadap suatu masalah di alam pikiran kita sendiri
Orang yg paling baik hati sekalipun, adakalanya ia bisa berbuat hal tdk baik, sengaja atau tidak, hanya manusia biasa
Kecewa sering terjadi krn kita hanya mengandalkan 1 sudut pandang saja
Jangan mengungkit kekelaman masa lalu seseorang, jangan berlaku seolah-olah kita adalah orang yang paling benar
Orang yg tetap dapat memberikan kebahagiaan pada orang lain saat ia sendiri sesungguhnya tdk bahagia, adalah org yg hebat
yang berlalu biarlah berlalu, anda tidak mungkin menariknya kembali dan merubah sesuatu, masa depan amat bisa diperjuangkan
"Agar tidak sia-sia, aku ingin hidup yg membahagiakan orang lain, semampuku"
yang berlalu biarlah berlalu..memang harus terjadi..sudah digariskan..masa depan lebih penting
Share on:

Apabila diuji, kita barangkali akan ditimpa dua situasi sama ada tambah bersemangat atau hilang semangat.. 

Hadis Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud;
“Amat menakjubkan sikap seorang mukmin yang sentiasa memandang baik terhadap segala sesuatu di sekelilingnya. Apabila seorang mukmin itu beroleh kebaikan, dia terus memuji dan bersyukur kepada Allah.Jika dia ditimpa keburukan, maka dia pun memuji Allah dan bersabar menghadapinya dan ini pun baik baginya.Seseorang mukmin akan tetap diberi pahala atas setiap amalan yang dilakukannya sehingga diberikan pahala terhadap makanan yang disuapkan ke dalam mulut isterinya.”(Riwayat Ahmad & Abu Daud)

KENAPA AKU DIUJI?

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja)mengatakan:”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dansesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, makasesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dansesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta ~ Surah Al-Ankabutayat 2-3

KENAPA AKU TIDAK MENDAPATKAN APA YANG AKU IDAM-IDAMKAN?

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, danboleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu;Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui ~Surah Al-Baqarahayat 216

KENAPA UJIAN SEBERAT INI?

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengankesanggupannya ~ Surah Al-Baqarah ayat 286

RASA KECEWA?

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedihhati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya),jika kamu orang-orang yang beriman ~ Surah Al-Imran ayat 139

BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA?

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlahkesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) danbertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. ~Surah Al-Imranayat 200

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yangdemikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, ~Surah Al-Baqarah ayat 45

APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri danharta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. ~ Surah At-Taubahayat 111

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?

Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nyaaku bertawakal ~ Surah At-Taubah ayat 129

AKU TAK DAPAT BERTAHAN LAGI!

..dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiadaberputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. ~ SurahYusuf ayat 87

Share on:
Suatu ketika, terdapat seorang pemuda di tepian telaga. Ia tampak termenung. Tatapan matanya kosong, menatap hamparan air di depannya. Seluruh penjuru mata angin telah di lewatinya, namun tak ada satupun titik yang membuatnya puas. Kekosongan makin senyap, sampai ada suara yang menyapanya. Ada orang lain disana.

"Sedang apa kau disini anak muda?" tanya seseorang. Rupanya ada seorang kakek tua. "Apa yang kau risaukan..?" Anak muda itu menoleh ke samping, "Aku lelah Pak Tua. Telah berkilo-kilo jarak yang kutempuh untuk mencari kebahagiaan, namun tak juga kutemukan rasa itu dalam diriku. Aku telah berlari melewati gunung dan lembah, tapi tak ada tanda kebahagiaan yang hadir dalam diriku. Kemana kah aku harus mencarinya? Bilakah kutemukan rasa itu?"

Kakek Tua duduk semakin dekat, mendengarkan dengan penuh perhatian. Di pandangnya wajah lelah di depannya. Lalu, ia mulai bicara, "di depan sana, ada sebuah taman. Jika kamu ingin jawaban dari pertanyaanmu, tangkaplah seekor kupu-kupu buatku. Mereka berpandangan. "Ya...tangkaplah seekor kupu-kupu buatku dengan tanganmu" sang Kakek mengulang kalimatnya lagi.

Perlahan pemuda itu bangkit. Langkahnya menuju satu arah, taman. Tak berapa lama, dijumpainya taman itu. Taman yang yang semarak dengan pohon dan bunga-bunga yang bermekaran. Tak heran, banyak kupu-kupu yang berterbangan disana. Sang kakek, melihat dari kejauhan, memperhatikan tingkah yang diperbuat pemuda yang sedang gelisah itu.

Anak muda itu mulai bergerak. Dengan mengendap-endap, ditujunya sebuah sasaran. Perlahan. Namun, Hap! sasaran itu luput. Di kejarnya kupu-kupu itu ke arah lain. Ia tak mau kehilangan buruan. Namun lagi-lagi. Hap!. Ia gagal. Ia mulai berlari tak beraturan. Diterjangnya sana-sini. Ditabraknya rerumputan dan tanaman untuk mendapatkan kupu-kupu itu. Diterobosnya semak dan perdu di sana. Gerakannya semakin liar. Adegan itu terus berlangsung, namun belum ada satu kupu-kupu yang dapat ditangkap. Sang pemuda mulai kelelahan. Nafasnya memburu, dadanya bergerak naik-turun dengan cepat. Sampai akhirnya ada teriakan, "Hentikan dulu anak muda. Istirahatlah." Tampak sang Kakek yang berjalan perlahan. Tapi lihatlah, ada sekumpulan kupu-kupu yang berterbangan di sisi kanan-kiri kakek itu. Mereka terbang berkeliling, sesekali hinggap di tubuh tua itu.

"Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Berlari dan menerjang? Menabrak-nabrak tak tentu arah, menerobos tanpa peduli apa yang kau rusak?" Sang Kakek menatap pemuda itu. "Nak, mencari kebahagiaan itu seperti menangkap kupu-kupu. Semakin kau terjang, semakin ia akan menghindar. Semakin kau buru, semakin pula ia pergi dari dirimu."

"Namun, tangkaplah kupu-kupu itu dalam hatimu. Karena kebahagiaan itu bukan benda yang dapat kau genggam, atau sesuatu yang dapat kau simpan. Carilah kebahagiaan itu dalam hatimu. Telusuri rasa itu dalam kalbumu. Ia tak akan lari kemana-mana. Bahkan, tanpa kau sadari kebahagiaan itu sering datang sendiri."

Kakek Tua itu mengangkat tangannya. Hap, tiba-tiba, tampak seekor kupu-kupu yang hinggap di ujung jari. Terlihat kepak-kepak sayap kupu-kupu itu, memancarkan keindahan ciptaan Tuhan. Pesonanya begitu mengagumkan, kelopak sayap yang mengalun perlahan, layaknya kebahagiaan yang hadir dalam hati. Warnanya begitu indah, seindah kebahagiaan bagi mereka yang mampu menyelaminya. MoralMencari kebahagiaan adalah layaknya menangkap kupu-kupu. Sulit, bagi mereka yang terlalu bernafsu, namun mudah, bagi mereka yang tahu apa yang mereka cari. Kita mungkin dapat mencarinya dengan menerjang sana-sini, menabrak sana-sini, atau menerobos sana-sini untuk mendapatkannya. Kita dapat saja mengejarnya dengan berlari kencang, ke seluruh penjuru arah. Kita pun dapat meraihnya dengan bernafsu, seperti menangkap buruan yang dapat kita santap setelah mendapatkannya.

Namun kita belajar. Kita belajar bahwa kebahagiaan tak bisa di dapat dengan cara-cara seperti itu. Kita belajar bahwa bahagia bukanlah sesuatu yang dapat di genggam atau benda yang dapat disimpan. Bahagia adalah udara, dan kebahagiaan adalah aroma dari udara itu. Kita belajar bahwa bahagia itu memang ada dalam hati. Semakin kita mengejarnya, semakin pula kebahagiaan itu akan pergi dari kita. Semakin kita berusaha meraihnya, semakin pula kebahagiaan itu akan menjauh.

Cobalah temukan kebahagiaan itu dalam hatimu. Biarkanlah rasa itu menetap, dan abadi dalam hati kita. Temukanlah kebahagiaan itu dalam setiap langkah yang kita lakukan. Dalam bekerja, dalam belajar, dalam menjalani hidup kita. Dalam sedih, dalam gembira, dalam sunyi dan dalam riuh. Temukanlah bahagia itu, dengan perlahan, dalam tenang, dalam ketulusan hati kita.

Saya percaya, bahagia itu ada dimana-mana. Rasa itu ada di sekitar kita. Bahkan mungkin, bahagia itu "hinggap" di hati kita, namun kita tak pernah memperdulikannya. Mungkin juga, bahagia itu berterbangan di sekeliling kita, namun kita terlalu acuh untuk menikmatinya.
Share on:
Seorang pria mendatangi seorang Sufi yang diseganinya, “Sufi, saya bosan hidup. Rumah tangga berantakan. Usaha kacau. Saya ingin mati saja.”

Sang Sufi tersenyum, “Oh, kamu pasti sedang sakit, dan penyakitmu pasti bisa sembuh.”


“Tidak Sufi, tidak. Saya sudah tidak ingin hidup lagi, saya ingin mengakhiri hidup saya ini saja,” tolak pria itu.


“Baiklah kalau memang itu keinginanmu. Ambil racun ini. Minumlah setengah botol malam ini, sisanya besok sore jam 6. Jam 8 malamnya engkau akan mati dengan tenang.”


Pria itu bingung. Pikirnya setiap Sufi yang ia pernah datangi selalu memberikannya semangat hidup. Tapi yg ini sebaliknya dan justru menawarkan racun.


Sesampainya di rumah, ia minum setengah botol racun yang diberikan Sufi tadi. Ia memutuskan makan malam dengan keluarga di restoran mahal dan memesan makanan favoritnya yang sudah lama tidak pernah ia lakukan. Untuk meninggalkan kenangan manis, ia pun bersenda gurau dengan riang bersama keluarga yang diajaknya. Sebelum tidur pun, ia mencium istrinya dan berbisik, “Sayang, aku mencintaimu.”


Besok paginya dia bangun tidur, membuka jendela kamar dan melihat pemandangan di luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk jalan pagi.


Pulang ke rumah, istrinya masih tidur. Ia pun membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, dan satunya untuk istrinya.


Istrinya yang merasa aneh, kemudian terheran-heran dan bertanya, “Sayang, apa yg terjadi? Selama ini, mungkin aku ada salah ya. Maafkan aku ya sayang?”


Kemudian dirinya mengunjungi ke kantornya, ia menyapa setiap orang. Stafnya pun sampai bingung, “Hari ini, Boss kita kok aneh ya?” Ia menjadi lebih toleran, apresiatif terhadap pendapat yang berbeda. Ia seperti mulai menikmatinya.


Pulang sampai rumah jam 5 sore, ternyata istrinya telah menungguinya. Sang istri menciumnya, “Sayang, sekali lagi mohon maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkanmu.” Demikian halnya dengan anak-anaknya yang berani bermanjaan kembali padanya.


Tiba-tiba, ia merasa hidup begitu indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan racun yang terlanjur sudah ia minum?


Bergegas ia mendatangi sang Sufi, dan bertanya cemas mengenai racun yang telah sebelumnya ia minum kemarin. Sang Sufi dengan enteng mengatakan, “Buang saja botol itu. Isinya hanyalah air biasa kok. Dan saya bersyukur bahwa ternyata kau sudah sembuh.”


“Bila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan ini. Maka leburkan “belenggu egomu”. Satu kata untukmu, “Bersyukurlah”. Karena itulah rahasia kehidupan sesungguhnya. Itulah kunci kebahagiaan, dan jalan menuju ketenangan”.
Share on:
Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.
“Anakku,” kata sang ibu sambil bercucuran air mata, “Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu.”

Si ibu terdiam, sejenak, “Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat”, kata ibunya dengan sendu dan lembut.


Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.


Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara, air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.


Cerita di atas adalah sebuah paradigma yang menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan “kerang biasa” menjadi “kerang luar biasa”. Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah “orang biasa” menjadi “orang luar biasa”.


Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami. Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki: menjadi `kerang biasa’ yang disantap orang, atau menjadi `kerang yang menghasilkan mutiara’.

Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja’.

Mungkin saat ini kita sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka. Cobalah untuk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan katakan dalam hatimu “Air mata ku diperhitungkan Tuhan dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menja
di mutiara!
Share on:
Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah swt. Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu :

Taat kepada Allah dan RasulNya

Taat kepada suami

Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut :

Taat kepada Allah dan RasulNya
Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah swt?

Mencintai Allah swt dan Rasulullah saw melebihi dari segala-galanya.

Wajib menutup aurat

Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah

Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada bersamanya mahramnya.

Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa

Berbuat baik kepada ibu & bapa

Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang

Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa

Bersikap baik terhadap tetangga

Taat kepada suami

Memelihara kewajiban terhadap suami

Sentiasa menyenangkan suami

Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah.

Tidak cemberut di hadapan suami.

Tidak menolak ajakan suami untuk tidur

Tidak keluar tanpa izin suami.

Tidak meninggikan suara melebihi suara suami

Tidak membantah suaminya dalam kebenaran

Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya.

Sentiasa memelihara diri, kebersihan fisik dan kecantikannya serta kebersihan rumahtangga.

Faktor Yang Merendahkan Martabat Wanita

Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah datang dari faktor dalam. Bukanlah faktor luar atau yang berbentuk material sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh para pejuang hak-hak palsu wanita.

Faktor-faktor tersebut ialah :

1. Lupa mengingat Allah
Karena terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara anak-anak, maka tidak heran jika banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya telah lalai dari mengingat Allah.
Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka, di mana syetan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya. Firman Allah swt di dalam surah al-Jathiah, ayat 23: artinya:
"Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya."
Sabda Rasulullah saw: artinya:
"Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan." (Riwayat Tarmizi)
Mengingati Allah swt bukan saja dengan berzikir, tetapi termasuklah menghadiri majlis-majlis ilmu.

2. Mudah tertipu dengan keindahan dunia
Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya. Bukan itu saja, malahan syetan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelimang dengan dosa dan noda. Tidak sedikit yang sanggup durhaka kepada Allah swt hanya kerana kenikmatan dunia yang terlalu sedikit. Firman Allah swt di dalam surah al-An'am: artinya :
"Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, oleh karena itu tidakkah kamu berfikir."

3. Mudah terpedaya dengan syahwat

4. Lemah iman

5. Bersikap suka menunjuk-nunjuk.

Ad-dunya mata' , khoirul mata' al mar'atus sholich
Dunia adalah perhiasan, perhiasan dunia yang baik adalah Wanita sholichah.
Share on:
Hati adalah sumber penalaran, tempat pertimbangan, tumbuhnya cinta dan benci, keimanan dan kekufuran, taubat dan keras kepala, ketenangan dan kegoncangan.

Hati juga sumber kebahagiaan, jika kita mampu membersihkannya, namun sebaliknya merupakan sumber bencana jika menodainya. Aktivitas badan sangat tergantung lurus bengkoknya hati. Abu Hurairah Radhiallaahu anhu berkata, "Hati adalah raja, sedangkan anggota badan adalah tentara. Jika raja itu bagus, maka akan bagus pula tentaranya. Jika raja itu buruk, maka akan buruk pula tentaranya."

Tanda-Tanda Kerasnya Hati

Hati yang keras memiliki tanda-tanda yang bisa dikenali, di antara yang terpenting sebagai berikut :

1.Malas Melakukan Kataatan dan Amal Kebaikan
Terutama malas untuk menjalankan ibadah, bahkan mungkin meremehkan nya, melakukan shalat asal-asalan tanpa ada kekhusyukan dan kesungguhan, merasa berat dan enggan, merasa berat pula menjalankan ibadah-ibadah sunnah. Allah telah menyifati kaum munafiqin. Firman-Nya, artinya,
"Dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan." (At-Taubah : 54)

2. Tidak Tersentuh Oleh Ayat Al-Qur'an dan Petuah
Ketika disampaikan ayat-ayat yang berkenaan dengan janji dan ancaman Allah, maka tidak terpengaruh sama sekali, tidak mau khusyu' atau tunduk, dan juga lalai dari membaca al-Qur'an serta mendengarkannya, bahkan enggan dan berpaling darinya. Sedang kan Allah Subhannahu wa Ta'ala telah memperingatkan, artinya,
"Maka beri peringatanlah dengan al-Qur'an orang yang takut kepada ancaman-Ku." (Qaaf : 45)

3. Tidak Tersentuh dengan Ayat Kauniyah
Tidak tergerak dengan adanya peristiwa-peristiwa yang dapat memberikan pelajaran, seperti kematian, sakit, bencana dan semisalnya. Dia memandang kematian atau orang yang sedang diusung ke kubur sebagai sesuatu yang tidak ada apa-apanya, padahal cukuplah kematian itu sebagai nasihat.
"Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?" (At-Taubah :126)

4. Berlebihan Mencintai Dunia dan Melupakan Akhirat
Himmah dan segala keinginannya tertumpu untuk urusan dunia semata. Segala sesuatu ditimbang dari sisi dunia dan materi. Cinta, benci dan hubungan dengan sesama manusia hanya untuk urusan dunia saja. Ujungnya, jadilah dia seorang yang dengki, egois dan individualis, bakhil dan tamak terhadap dunia.

5. Kurang Mengagungkan Allah.
Sehingga hilang rasa cemburu dalam hati, kekuatan iman melemah, tidak marah ketika larangan Allah diterjang, serta tidak mengingkari kemungkaran. Tidak mengenal yang ma'ruf serta tidak peduli terhadap segala kemaksiatan dan dosa.

6. Kegersangan Hati
Kesempitan dada, mengalami kegoncangan, tidak pernah merasakan ketenangan dan kedamaian sama sekali. Hatinya gersang terus-menerus dan selalu gundah terhadap segala sesuatu.

7. Kemaksiatan Berantai
Termasuk fenomena kerasnya hati adalah lahirnya kemaksiatan baru akibat dari kemaksiatan yang telah dilakukan sebelumnya, sehingga menjadi sebuah lingkaran setan yang sangat sulit bagi seseorang untuk melepaskan diri.

Sebab-Sebab Kerasnya Hati

Di antara faktor kerasnya hati, yang penting untuk kita ketahui yakni:

1. Ketergantungan Hati kepada Dunia serta Melupakan Akhirat
Kalau hati sudah keterlaluan mencintai dunia melebihi akhirat, maka hati tergantung terhadapnya, sehingga lambat laun keimanan menjadi lemah dan akhirnya merasa berat untuk menjalankan ibadah. Kesenangannya hanya kepada urusan dunia belaka, akhirat terabaikan dan bahkan ter-lupakan. Hatinya lalai mengingat maut, maka jadilah dia orang yang panjang angan-angan.
Seorang salaf berkata, "Tidak ada seorang hamba, kecuali dia mempunyai dua mata di wajahnya untuk memandang seluruh urusan dunia, dan mempunyai dua mata di hati untuk melihat seluruh perkara akhirat. Jika Allah menghendaki kebaikan seorang hamba, maka Dia membuka kedua mata hatinya dan jika Dia menghendaki selain itu (keburukan), maka dia biarkan si hamba sedemikian rupa (tidak mampu melihat dengan mata hati), lalu dia membaca ayat, "Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur'an ataukah hati mereka terkunci." (Muhammad : 24)

2. Lalai
Lalai merupakan penyakit yang berbahaya apabila telah menjalar di dalam hati dan bersarang di dalam jiwa. Karena akan berakibat anggota badan saling mendukung untuk menutup pintu hidayah, sehingga hati akhirnya menjadi terkunci. Allah berfirman, "Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itu lah orang-orang yang lalai" (QS.16:108)
Allah Subhannahu wa Ta'ala memberitahukan, bahwa orang yang lalai adalah mereka yang memiliki hati keras membatu, tidak mau lembut dan lunak, tidak mempan dengan berbagai nasehat. Dia bagai batu atau bahkan lebih keras lagi, karena mereka punya mata, namun tak mampu melihat kebenaran dan hakikat setiap perkara. Tidak mampu membedakan antara yang bermanfaat dan membahayakan. Mereka juga memiliki telinga, namun hanya digunakan untuk mendengarkan berbagai bentuk kebatilan, kedustaan dan kesia-siaan. Tidak pernah digunakan untuk mendengarkan al-haq dari Kitabullah dan Sunnah Rasul Shalallaahu alaihi wasalam (Periksa QS. Al A'raf 179)

3. Kawan yang Buruk
Ini juga merupakan salah satu sebab terbesar yang mempengaruhi kerasnya hati seseorang. Orang yang hidupnya di tengah gelombang kemaksiatan dan kemungkaran, bergaul dengan manusia yang banyak berku-bang dalam dosa, banyak bergurau dan tertawa tanpa batas, banyak mendengar musik dan menghabiskan hari-harinya untuk film, maka sangat memungkinkan akan terpengaruh oleh kondisi tersebut.

4. Terbiasa dengan Kemaksiatan dan Kemungkaran
Dosa merupakan penghalang seseorang untuk sampai kepada Allah. Ia merupakan pembegal perjalanan menuju kepada-Nya serta membalikkan arah perjalanan yang lurus.
Kemaksiatan meskipun kecil, terkadang memicu terjadinya bentuk kemaksiatan lain yang lebih besar dari yang pertama, sehingga semakin hari semakin bertumpuk tanpa terasa. Dianggapnya hal itu biasa-biasa saja, padahal satu persatu kemaksiatan tersebut masuk ke dalam hati, sehingga menjadi sebuah ketergantungan yang amat berat untuk dilepaskan. Maka melemahlah kebesaran dan keagungan Allah di dalam hati, dan melemah pula jalannya hati menuju Allah dan kampung akhirat, sehingga menjadi terhalang dan bahkan terhenti tak mampu lagi bergerak menuju Allah.

5. Melupakan Maut, Sakarat, Kubur dan Kedahsyatannya.
Termasuk seluruh perkara akhirat baik berupa adzab, nikmat, timbangan amal, mahsyar, shirath, Surga dan Neraka, semua telah hilang dari ingatan dan hatinya.

6. Melakukan Perusak Hati
Yang merusak hati sebagaimana dikatakan Imam Ibnul Qayyim ada lima perkara, yaitu banyak bergaul dengan sembarang orang, panjang angan-angan, bergantung kepada selain Allah, berlebihan makan dan berlebihan tidur.

Solusi

Hati yang lembut dan lunak merupakan nikmat Allah yang sangat besar, karena dia mampu menerima dan menyerap segala yang datang dari Allah. Allah mengancam orang yang berhati keras melalui firman-Nya,
"Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang membatu hatinya untuk mengingat Allah.Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. (Az-Zumar: 22)

Di antara hal-hal yang dapat membantu menghilangkan kerasnya hati dan menjadikannya lunak, lembut dan terbuka untuk menerima kebenaran dari Allah yakni:

1. Ma'rifat (mengenal) Allah
Siapa yang kenal Allah, maka hatinya pasti akan lunak dan lembut, dan siapa yang jahil terhadap-Nya, maka akan keras hatinya. Semakin bodoh seseorang terhadap Allah, maka akan semakin berani melanggar batasan-Nya. Dan semakin seseorang berfikir tentang Allah, maka semakin sadar akan kebesaran Allah, keluasan nikmat serta kekuasaan Nya.

2. Mengingat Maut
Pertanyaan kubur, kegelapannya, sempit dan sepinya, juga penderitaan menjelang sakaratul maut termasuk ke dalam mengingat maut. Memperhatikan pula orang-orang yang telah mendekati kematian dan menghadiri jenazah. Hal itu dapat membangunkan ketertiduran hati kita, dan mengingatkan dari keterlenaan. Sa'id bin Jubair berkata, "Seandainya mengingat mati lepas dari hatiku, maka aku takut kalau akan merusak hatiku."

3. Berziarah Kubur dan Memikirkan Penghuninya.
Bagaimana mereka yang telah ditimbun tanah, bagaimana mereka dulu makan, minum dan berpakaian dan kini telah hancur di dalam kubur, mereka tinggalkan segala yang dimiliki, harta, kekuasaan maupun keluarga, lalu ingat dan berfikir, bahwa sebentar lagi dia juga akan mengalami hal yang sama.

4. Memperhatikan Ayat-ayat Al- Qur'an.
Memikirkan ancaman dan janjinya, perintah dan larangannya. Karena dengan memikirkan kandungannya, maka hati akan tunduk, iman akan bergerak mendorong untuk berjalan menuju Rabbnya, hati menjadi lunak dan takut kepada Allah.

5. Mengingat Akhirat dan Kiamat
Huru-hara dan kedahsyatannya, Surga dengan kenimatannya, neraka dengan penderitaannya yang disediakan bagi para pelaku dosa dan kemaksiatan.

6. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar
Dzikir dapat melunakan hati yang keras. Karena itu selayaknya seorang hamba mengobati hatinya dengan berdzikir kepada Allah, sebab ketika kelalaian bertambah, maka kekerasan hati makin memuncak pula.

7. Mendatangi Orang Shalih dan Bergaul dengen Mereka.
Orang shaleh akan memberikan semangat ketika kita lemah, mengingatkan ketika lupa, dan memberikan jalan ketika kita bingung dan pertemuan dengan mereka akan membantu kita dalam melakukan ketaatan kepada Allah

8. Berjuang, Introspeksi dan Melihat Kekurangan Diri.
Manusia, jika tidak mau berjuang, introspeksi dan melihat kekurangan diri, maka dia tidak tahu, bahwa dirinya sakit dan banyak kekurangan. Jika dia tidak merasa sakit atau punya kekurangan, maka bagaimana mungkin dia akan memperbaiki diri atau berobat?

Wallahu a'lam, semoga Allah Subhannahu wa Ta'ala melunakkan hati kita semua untuk menerima dan menjalankan kebenaran, amin ya Rabbal 'alamin.
Sumber : Kutaib "Limadza Taqsu Qulubuna" Al-Qism al-Ilmi Darul Wathan.
Share on:
Dalam hidup ini, banyak perasaan negatif yang dapat membuat hidup orang hancur berkeping-keping. Salah satunya adalah rasa kesepian. Kesepian adalah salah satu perasaan paling tidak nyaman yang dapat dialami oleh seseorang. Kadang-kadang mungkin anda merasa bahwa tidak seorangpun mengasihi anda, bahkan tidak ada seorangpun peduli dengan keberadaan anda
Saya percaya bahwa semua orang pernah mengalami rasa kesepian karena perasaan ini bisa menyergap siapa saja. Ketika kita untuk pertama kali menghirup udara dunia, kita merasa sendirian dan kesepian. Kemudian kita dipeluk dan ditenangkan. Barulah kita sadar bahwa kita tidak kesepian.
Sebenarnya tidak perlu seorang diri untuk merasa kesepian. Kita dapat merasa kesepian di tengah kerumunan orang. Kita dapat merasa sepi walau orang-orang yang ada disekeliling kita sedang tertawa bergembira. Kita kesepian karena kita merasa tidak ada hubungan anda dengan orang-orang itu.
Dalam dunia post-modern ini atau tempat hidup kita sekarang, orang-orang tidak pernah hidup lebih dekat bersama-sama, dan juga tidak pernah merasa terpisah lebih jauh. Banyak orang kaya namun hidup kesepian. Orang populer sekaligus kesepian seperti Michael Jackson. Atau yang lebih tragis dimana artis cantik yang diidolakan orang namun bunuh diri karena merasa kesepian. Itulah salah satu akibat orang kesepian.
Setiap orang bisa mengalami kesepian di suatu waktu, namun ada penyebab dan jalan keluar yang berbeda untuk hal itu. Kadang-kadang kita sendiri yang menciptakan buat diri kita, tetapi di lain waktu kita berada dalam situasi yang tidak dapat dihindari dan tidak dapat dikendalikan.


Penyebab Kesepian

Ada empat penyebab dasar dari kesepian. Penyebab pertama adalah transisi kehidupan. Transisi yang menyebabkan perubahan sehingga kita merasa kesepian. Menjadi tua kemudian ditinggalkan anak dapat menciptakan kesepian dalam hidup. Berganti pekerjaan, sakit keras, pensiun, dapat menimbulkan kesepian.
Setiap pengalaman baru yang kita hadapi dapat menimbulkan kesepian. Yang membuatnya lebih buruk, kita cenderung mengisolasikan orang-orang yang sedang sekarat.
Penyebab kedua adalah keterpisahan. Ketika kita diisolasi dalam pengertian terpisah dari teman-teman, terpisah dari keluarga anda (dikarenakan karier, praktek kuliah, wajib militer, atau alasan lainnya)  itu dapat menyebabkan kesepian.  Apalagi mereka yang tidak bisa diakses oleh alat komunikasi macam apapun. Sungguh mereka akan bisa merasakan kesepian. Keterpisahan lainnya adalah perceraian/putus hubungan. Ini juga penyumbang besar masalah kesepian dalam masyarakat.
Penyebab ketiga adalah direndahkan/dipermalukan. Dalam dunia pekerjaan, dunia pendidikan atau dalam relasi sosial dengan orang lain, bila mendapatkan ucapan yang merendahkan atau dipermalukan di depan umum akan menimbulkan rasa kesepian yang dalam. Kita merasa diserang dan kita merasa sendirian karena tidak ada yang membela. Melewati pengalaman seperti ini menimbulkan perasaan kesepian yang menyakitkan.
Godaan terbesar dari orang yang merasakan kesepian dalam kondisi ini adalah menarik diri dan membangun tembok anda sendiri. Tetapi, justru dengan melakukan hal ini hanya akan membuat orang ini semakin kesepian.
Penyebab keempat dari kesepian adalah penolakan. Ini adalah penyebab yang dapat menimbulkan perasaan sakit hati karena kita merasa mendapatkan penolakan sementara orang lain bersenang-senang. Kita merasa tidak dianggap, tidak bisa diandalkan, tidak berguna dan bentuk penolakan lainnya.
Perasaan ini bila tidak diatasi dengan baik, akhirnya dapat disalah mengerti oleh diri kita sendiri dan membuat kita merasa kesepian yang sangat. Itulah sebabnya orang yang merasakan kesepian karena penolakan sulit untuk ditangani. Karena dia sendiri sudah men-stigma dan men-diskriminasikan dirinya sendiri.


Beberapa cara untuk menghadapi kesepian

Pertama, meminimalisasi rasa sakit. Orang yang merasakan kesepian harus meredakan kesepiannya. Berhenti untuk membesar-besarkannya dan jangan lagi membahasnya berulang-ulang. Sebisa mungkin jangan membiarkan kesepian membuat kita pahit, dan jangan membiarkan kemarahan berkembang dalam hidup.
Kedua, mengakuinya. Carilah orang yang dapat dipercaya atau professional seperti konselor atau psikolog. Bila belum menemukan orang yang cocok, berbicaralah kepada Yang Maha Kuasa. Tidak ada tempat dimana Allah tidak hadir. Selama kita mengerti hal itu, kita tidak akan pernah benar-benar merasa sendiri.Doa adalah jembatan penenang yang dapat digunakan dalam masa-masa sepi.
Ketiga, perhatikan orang lain. Jangan berfokus kepada diri sendiri, tetapi berfokuslah juga kepada orang lain. Mulailah membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan. Menolong orang lain dapat mengikis rasa kesepian dalam diri. Itu juga berarti berhenti membangun tembok antara kita dan orang lain dan mulai membangun jembatan-jembatan.
Yang perlu diingat bila kita sedang mengalami rasa kesepian adalah tunjukan kasih. Kasih adalah obat penawar bagi kesepian. Jangan menunggu untuk dikasihi, kita perlu memberikan kasih, dan kemudian kasih akan diberikan kembali kepada kita dalam ukuran yang melimpah.
Kemudian ingatlah pepatah lama ini, jika kehidupan memberi anda sebuah lemon, buatlah sebuah lemon. Kalau dalam bahasa saya, Jika kehidupan memberi terasi, buatlah sambal terasi yang nikmat biar kita dan orang lain juga bisa merasakan nikmatnya.
Semoga bermanfaat.
Share on:

When you feel lonely recall how Adam AS felt when he was sent to this earth alone

When you can't see any logic in what's going & question arise, recall Nuh AS who built the biggest ship on dry land without questioning

When you find your parents opposing you (in deen), recall Ibrahim AS who was thrown into a blazing fire by his father

When you hurt by your own, recall Yusuf AS who was betrayed by his own brothers

When you are ill & your whole body cries with pain, recall Ayyub AS who was so sick that insects would eat from his decaying body

When you're stuck, and cannot find a way out, recall Yunus AS who was stuck inside the belly of a whale

When you're mocked/abused/taunted by your own, just cause you adopted deen over dunya, recall Muhammad SAW who faced much worse

Share on:
Si fulanah A mulai memikirkan desain tempat untuk resepsi pernikahannya beberapa bulan lagi. Fulanah B dengan berbinar-binar memilih baju pengantinnya di toko busana muslimah. Fulanah C asik mendaftar orang-orang yang akan diundang dalam resepsinya, fulanah D rajin baca buku-buku tentang pernikahan, hak dan kewajiban suami istri, pendidikan anak dalam Islam, juga mendengarkan kajian, tanya ini dan itu ke ibu-ibu yang lebih senior, kemudian Fulanah E hingga Z semua sibuk dengan segala serba-serbi persiapan menjelang pernikahan.
Alhamdulillah…turut senang rasanya mendengar kabar fulanah A hingga Z sebentar lagi melepas status gadis mereka menuju mahligai pernikahan. Apalagi fulanah A berusaha mempersiapkan tempat resepsi dengan disain sedemikian rupa sehingga aman dari ikhtilat dan pandangan lawan jenis. Fulanah B memilih pakaian pengantin yang tetap sesuai dengan syarat-syarat pakaian muslimah atau setidaknya meminimalisir riasan meski perlu usaha keras untuk mendapat persetujuan baik dari orangtuanya maupun dari calon mertuanya. Fulanah C mengundang semua kerabat dan teman-teman yang sekiranya dapat diundang tanpa memilah-milih status sosial dan ekonomi mereka. Fulanah D berusaha keras mempelajari hal-hal yang harus dimengerti dan akan dijalaninya esok, walaupun selama ini tidak jarang dia mendapati pengetahuan tersebut baik melalui buku-buku, ceramah para ustadz, maupun obrolan dengan teman-teman yang shalih, tapi dia merasa perlu mengulang dan menggali kembali ilmu-ilmu tersebut. Fulanah F hingga Z, semua memberi inspirasi, juga menjadi bahan evaluasi diri, namun juga terkadang membuat hati jadi galau…
Termotivasi untuk menikah hingga kadar tertentu adalah suatu anugerah yang sangat indah dari Allah Ta’ala. Menyadari bahwa pernikahan antara laki-laki dan perempuan adalah salah satu tanda kekuasaan Allah Ta’ala, sebagaimana firman-Nya,

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”(QS. Ar-Ruum:21)

Berbesar hati dengan syari’at menikah dan tidak membencinya sebagai bentuk realisasi iman kita kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menjadikan kita termasuk golongan yang berada di atas sunnahnya, serta motivasi untuk meraih berbagai pahala dalam rumah tangga, diperolehnya keturunan yang shalih dan mendo’akan orang tuanya, terwujudnya keluarga yang menegakkan syari’at Islam dan lain sebagainya menjadikan seseorang yang masih lajang berkeinginan untuk segera menikah. Waah..senangnya ya sudah dipinang, senangnya proses menuju pernikahannya demikian mudah, senang ya demikian…dan demikian. Keadaan seseorang yang tidak kunjung menikah, dan pikirannya terlalu disibukkan dengan hal tersebut dikhawatirkan menjadikan hati malah jenuh dan berpaling menjadi kegalauan. Sedih ya…kok belum ada juga jodoh yang datang, sedih ya…teman-teman sebaya, bahkan yang usianya lebih muda telah merasakan indahnya pernikahan…hingga mencapai kadar galau yang berlebihan, iri terhadap orang lain, putus asa dan bersempit hati, maka sudah barang tentu hal tersebut mengancam kesehatan jiwa dan agama seseorang.
Iri terhadap orang lain merupakan suatu hal yang dilarang dalam Islam, kecuali terhadap dua hal sebagaimana disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لاَ حَسَدَ إِلَّا عَلَى اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الكِتَابَ، وَقَامَ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ، وَرَجُلٌ أَعْطَاهُ اللَّهُ مَالًا، فَهُوَ يَتَصَدَّقُ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ

“Tidak ada iri kecuali untuk dua jenis manusia: Seorang yang Allah berikan kepadanya Al Qur-an (hafal Al Qur-an), membacanya ketika shalat di waktu malam dan di waktu siang, dan yang kedua adalah seorang yang Allah berikan padanya harta yang melimpah, lalu dia membelanjakannya dalam ketaatan baik di waktu malam maupun di waktu siang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Iri di sini maksudnya adalah ghibthah, yaitu berangan-angan agar dapat semisal dengan orang lain tanpa berharap hilangnya nikmat itu dari diri orang tersebut.
Lantas bagaimana jika ghibthah itu kita tujukan pada pernikahan teman-teman kita? Maka mungkin perlu kita tinjau ulang hal apa yang membuat kita iri, jangan-jangan hanya sekedar ingin ikut-ikutan agar senasib dan sama statusnya dengan teman-teman yang telah menikah, atau iri ingin mendapat suami yang kaya seperti Fulanah X supaya hidup enak, atau yang populer supaya ikut populer, atau yang tampan, ningrat dan lain sebagainya tanpa memperhatikan bagaimana agamanya, maka hal ini tentunya tidak akan membuahkan kebaikan bagi diri kita.

Sebagaimana diceritakan oleh Sufyan bin Uyainah-seorang ahli hadits, tentang dua orang saudaranya, Muhammad dan ‘Imran. Saudaranya yang bernama Muhammad ingin menikahi wanita yang tinggi martabatnya karena motivasi supaya dirinya dapat meraih martabat yang tinggi, namun justru Allah berikan kehinaan bagi dirinya. Sedangkan saudaranya yang bernama ‘Imran ingin menikahi wanita kaya karena motivasi harta wanita tersebut, maka akhirnya Allah pun menimpakan musibah padanya. Mertuanya merebut semua hartanya tanpa menyisakan sedikitpun untuknya.
Apakah kita mau merasakan betapa pahitnya nasib kedua saudara ibnu Uyainah ini? Adapun jika niat menikah itu memang baik, maka semoga ghibthah tersebut dapat menjadi motivasi untuk menempuh sebab-sebab syar’i dalam rangka menggapai pernikahan yang Allah ridhai. Imam An-Nawawi rahimahullah dalam kitabnya At- Tibyan fii Adabi Hamalatil Qur’an berkata, Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu menceritakan bahwa,

إنما يعطى الرجل على قدر نيته

“Seseorang diberi sesuai kualitas niatnya.”

Dengan meluruskan niat kita untuk menikah tentu akan membuat kita senantiasa memperhatikan rambu-rambu syari’at demi terwujudnya keridhaan Allah Ta’ala, meski Allah mentaqdirkan kita untuk tidak segera menikah.
Mungkin berbagai usaha dan sebab-sebab yang dituntunkan syari’at untuk mempermudah perjodohan telah dilakukan, namun hambatan dan kegagalan itu masih menghadang di depan mata, sehingga akhirnya hati pun merasa sempit dan berputus asa. Dalam keadaan yang demikian ada baiknya kita tengok kegagalan dari saudari-saudari kita dan renungi betapa apa yang kita alami tidak seberapa, betapa nikmat Allah yang masih bisa kita rasakan demikian besarnya dibanding kegagalan untuk segera menikah yang dianggap buruk dalam pandangan sebagian manusia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mewanti-wanti kita dalam sabdanya:

انظروا إلى من أسفل منكم، ولا تنظروا إلى من هو فوقكم، فهو أجدر أن لا تزدروا نعمة الله عليكم

“Lihatlah orang yang lebih rendah dari kalian, dan jangan melihat orang di atas kalian, maka itu lebih layak untuk kalian agar tidak memandang hina nikmat yang Allah anugerahkan kepada kalian.” (HR. Muslim)

Kalaulah hingga saat ini kita masih menanti jodoh, maka kita lihat saudari-saudari kita yang jauh lebih dahulu menanti jodoh namun hingga saat ini masih belum datang juga jodoh yang dinanti. Kalaupun kita pernah gagal menjalani proses di awal perjodohan, maka ada di antara saudari kita yang gagal di ambang pintu pernikahan. Kalau ternyata kita termasuk yang merasakan pahitnya kegagalan di ambang pintu pernikahan, maka bukankah kita masih merasakan betapa Allah membukakan banyak pintu-pintu kebaikan lainnya untuk diri kita? Yakinlah bahwasanya pilihan Allah itu lebih baik dari pada pilihan kita.
Oleh karena itu janganlah sempit hati dan putus asa meliputi hari-hari kita sampai-sampai kita lupa akan kewajiban kita sebagai seorang hamba, kewajiban kita terhadap diri kita sendiri, demikian juga kewajiban kita sebagai seorang anak, atau kewajiban sebagai mahasiswa, bahkan kewajiban sebagai penghuni kos misalnya. Padahal dengan menunaikan kewajiban, sekalipun dalam perkara dunia jika kita niatkan untuk meraih ridha Allah maka akan membuahkan pahala, sebagaimana perkataan sebagian ahli ilmu, “Ibadahnya orang yang lalai itu bernilai rutinitas, dan rutinitas orang yang berjaga (dari lalai) itu bernilai ibadah.” (Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyyah, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin, Dar Ats-Tsuraya, th. 1424 H. hal. 13)

Allah Ta’ala juga memerintahkan kita untuk bersungguh-sungguh menyelesaikan tugas demi tugas,

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ ( ) وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ

“Maka apabila kamu telah selesai (dalam suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain. Dan hanya kepada Rabb-mu lah hendaknya kamu berharap.” (QS. Al-Insyirah: 7-8).

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan ayat ini, “Maka jadikanlah kehidupanmu kehidupan yang penuh dengan kesungguhan, apabila engkau telah selesai mengerjakan urusan dunia, maka kerjakanlah urusan akhirat, dan jika engkau telah selesai mengerjakan urusan akhirat, maka kerjakanlah urusan dunia. Jadilah engkau bersama Allah ‘Azza wa Jalla sebelum mengerjakan tugas dengan memohon pertolongan-Nya, dan setelah mengerjakan tugas dengan mengharapkan pahala-Nya.” (Tafsir Al-Qur’an Al-Karim Juz ‘Amma, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin, cet. III, Dar Ats-Tsuraya, th. 1424 H. hal.255)
Adakalanya kita dapat menepis seluruh kegalauan hati, namun terkadang juga masih ada keresahan-keresahan yang menyibukkan pikiran kita. Mungkin hal itu terjadi karena masih adanya waktu luang yang tidak kita manfaatkan. Jiwa manusia memang senantiasa dalam salah satu dari dua keadaan, bisa jadi jiwa ini disibukkan dengan ketaatan kepada Allah, namun jika tidak, maka jiwa itu justru yang akan menyibukkan pemiliknya. (Nashihaty Linnisaa, Ummu ‘Abdillah binti Syaikh Muqbil bin Hady Al-Waadi’i, cet. I, Dar Al-Atsar, th. 1426 H. hal. 20)

Syaikh ‘Abdurrazaaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr hafidzahullah memiliki resep jitu yang beliau kumpulkan dari petunjuk Allah Ta’ala dan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menjaga kondisi keimanan kita. Beliau menjelaskan sebab-sebab yang dapat meningkatkan iman di antaranya5:
  1. Mempelajari ilmu yang bermanfaat, yaitu ilmu agama yang diambil dari kitabullah dan sunnah rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, bisa dengan membaca Al Qur-an dan mentadabburinya, mengenal nama-nama dan sifat-sifat Allah Ta’ala, merenungi perjalanan hidup nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, merenungi ajaran-ajaran luhur agama ini, membaca perjalanan hidup salaful ummah, dan lain sebagainya. Namun ilmu itu sendiri bukanlah tujuan, melainkan sarana agar dapat diamalkan dalam bentuk beribadah kepada Allah Ta’ala, bukan untuk tujuan lainnya.
  2. Merenungi ayat–ayat kauniyah Allah yang ada pada makhluk-Nya
  3. Bersungguh-sungguh dalam beramal shalih serta memurnikannya untuk mengharap wajah Allah semata, baik berupa amalan hati, lisan, maupun anggota badan.
(Asbabu Ziyadatil Iman wa Nuqshanihi, ‘Abdurrazaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr, cet. II, Maktabah Dar Al-Manhaj, th. 1431 H)

Adapun sebab-sebab yang dapat mengurangi iman dibagi menjadi dua faktor yaitu faktor dari dalam berupa kebodohan, lalai, berpaling dan lupa, mengerjakan maksiat dan berbuat dosa, serta nafsu yang menyeru pada keburukan. Sedangkan sebab dari luar berupa syaitan, dunia dan fitnahnya, serta teman-teman yang buruk. Semoga dengan mengetahui sebab-sebab tersebut, kita dapat lebih waspada dan berusaha mengamalkannya agar terjaga dari keterpurukan iman bagaimana pun kondisi kita. Bukankah gagal menikah masih lebih baik dibanding gagal mengabdikan diri kepada Allah?
Terakhir mari kita renungkan perkataan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah ketika menafsirkan ayat “alam nasyrah laka shadrak” (Al-Insyirah: 1),
“Manusia yang Allah lapangkan dadanya untuk menerima hukum kauni, akan engkau dapati dia ridha terhadap ketentuan dan taqdir-Nya, dan merasa tenang terhadap hal itu. Dia berkata: ‘Aku hanyalah seorang hamba, dan Allah adalah Rabb yang melakukan apa yang dikehendaki-Nya, orang yang berada dalam kondisi seperti ini akan senantiasa dalam kebahagiaan, tidak sedih dan berduka, dia merasa sakit namun tidak sampai menanggung kesedihan dan duka cita, dan untuk hal yang demikian telah datang hadits shahih bahwasanya Nabi shallallhu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَلِكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ، وَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، وَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh mengagumkan keadaan seorang mukmin, sesungguhnya seluruh perkaranya itu baik, tidak ada yang mendapati keadaan seperti itu kecuali bagi seorang mukmin, apabila keburukan menimpananya, dia pun bersabar maka itu menjadi kebaikan baginya, dan apabila kebahagiaan meliputinya, dia pun bersyukur maka itu menjadi kebaikan baginya.”” (Tafsir Al-Qur’an Al-Karim Juz ‘Amma, hal.247)
Penulis: Ummu Ubaidillah Nirmala Ayuningtyas
Muroja’ah: Ust. Ammi Nur Baits
***
Artikel muslimah.or.id
Share on:
Mu’az bin Jabal ra bertanya tentang perbuatan yang dapat memasukkan ke surga dan menjauhkan dari neraka. 
Rasululloh saw bersabda: …beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya sedikitpun, shalat, zakat, puasa Ramadhan dan haji. Pintu-pintu surga adajah puasa, sodaqoh dan shalat malam.  Pokok segala perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah Jihad. Sesuatu dapatmembuat kalian memiliki semua itu. Rasulullah memegang lidahnya lalu bersabda: Jagalah ini. 
Muadz bertanya: Ya Nabi, apakah kita akan dihukum atas apa yang kita ucapkan? 
Beliau bersabda: …adakah yang menyebabkan seseorang terjungkal wajahnya di neraka selain buah dari lisan mereka (HR Tirmizi)
 

Sahabat bertanya tentang seorang wanita ahli sholat malam namun suka menganggu tetangga dengan lisannya. Rasulullah berkata,” Dia di neraka!” Kemudian sahabat bertanya tentang seseorang yang sedikit ibadahnya namun tidak suka menganggu tetangga dengan lisannya.  Rasulullah bersabda,”Dia di surga!”.
 


Hati-hati dengan Lisan 

Lisan jauh lebih tajam dari pedang. Luka karena pedang dapat disembuhkan. Luka karena lisan akan terus terkenang.  Doa orang yang terzalimi cepat diijabah Allah.  “Yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam neraka adalah dua lubang, yaitu mulut dan farji” (HR Tirmidzi). 


“Orang yang paling banyak dosanya di hari kiamat adalah orang yang paling banyak terlibat dalam pembicaraan batil” (HR Ibnu Abiddunya.)


“Seorang hamba jika berbicara dengan satu kalimat yg tidak benar maka tergelincir ke neraka yg lebih jauh antara timur dan barat.”.  “Sesungguhnya ada orang yang bicara dengan ucapan yang Allah murkai, ia tidak menduga akibatnya, lalu Allah catat itu dalam murka Allah hingga hari kiamat”(HR Ibnu Majah)


"Tidak istiqomah iman seseorang sebelum istiqomah hatinya, dan tidak akan istiqomah hatinya sebelum istiqomah lisannya"(HR Ahmad).


Kejahatan Lisan

 
Lisan menimbulkan 2 bencana besar.  

Pertama: diam terhadap kebenaran (setan bisu).“Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika dia tidak mampu maka rubahlaha dengan lisannya…”.  

Kedua: bicara yang bathil (setan bicara). Kejahatan lisan bermacam-macam bentuknya.
Ghibah. "Engkau membicarakan saudaramu tentang hal yang dia benci.  Jika benar ada padanya maka engkau telah ghibah…" (HR. Muslim).  Ghibah termasuk dosa besar yang tak diampuni Allah sebelum dimaafkan oleh orang ybs.  Ketika mi’raj, Rasul melihat kaum yang berkuku tembaga mencakar wajah dan dada mereka. Jibril mengatakan: “Mereka telah memakan daging orang dan mencela kehormatan orang”.
 

Di masa Rasulullah saw ada 2 wanita yang hampir pingsan karena puasa Ramadhan. Ketika ditanyakan tentang kebolehan membatalkan puasa, beliau malah memberi mangkok dan memerintahkan untuk memuntahkan apa yang telah mereka makan ke dalam mangkok.  Mereka memuntahkan darah segar dan daging lunak hingga mangkok penuh. Mereka membatalkan puasa dengan melakukan larangan Alloh, yaitu bergunjing”.
Fitnah (membicarakan aib orang tetapi tidak ada faktanya), dosanya lebih keji daripada membunuh (QS Al-Baqoroh:217).

 
Naminah/adu domba
(menyebarkan ucapan satu kaum kepada kaum yang lain untuk merusak keduanya).

"Tidak akan masuk surga orang yang mengadu domba” (HR Bukhari)

Mengutuk/melaknat.

“Siapa yang melaknat seorang Mukmin maka ia seperti membunuhnya” (HR Bukhari). Ucapan laknat bisa kembali kepada orang yang mengucapkannya”.

Mencela/mencaci Maki.

“Janganlah kalian mencaci orang-orang yang telah meninggal karena mereka telah menemui (balasan dari) perbuatan mereka.” (HR Bukhari).”  ” Para sahabat bertanya : “Bagaimana seseorang mencaci maki orang tua sendiri? Jawab Nabi: “Dia mencaci maki orang tua orang lain, lalu orang itu berbalik mencaci maki orang tuanya”(HR Ahmad).    “Jika ada orang yang mencela kekuranganmu, jangan kau balas dengan mencela kekurangannya. Maka dosanya ada padanya dan pahalanya ada padamu.  Janganlah kamu mencaci maki siapapun” (HR Ahmad.)

“Tidak tersesat suatu kaum setelah mendapat hidayah kecuali mereka berdebat” (HR Tirmidzi).  Imam Malik berkata : “Perdebatan akan mengeraskan hati dan mewariskan kekesalan”.


“Orang yang paling dibenci Allah adalah yang suka bermusuhan dan bertengkar”(HR Al Bukhari)


“Orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku di hari kiamat adalah yang buruk akhlaknya, yaitu banyak bicara, menekan-nekan suara, dan menfasih-fasihkan kata”(HR Ahmad)


“Orang mukmin bukanlah orang yang suka menghujat, mengutuk, berkata keji dan jorok” (HR Tirmidzi)


“Barang siapa yang mencela dosa saudaranya yang telah bertaubat, maka ia tidak akan mati sebelum melakukannya” (HR Tirmidzi).  “Jangan mencela makanan yang sudah tersaji” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)


"Orang-orang yang memperolok-olok manusia akan dibukakan pintu surga. Lalu dikatakan kepadanya, "Mari, marilah!"  Orang itu datang dengan kesusahan dan kegundahannya. Ketika sampai, pintu surga itu terkunci buat dia. Terus menerus demikian, sehingga pintu itu dibukakan bagi orang tersebut, lalu dikatakan kepadanya. "Mari, Marilah!", Maka ia tidak datang lagi ke pintu itu"(HR. Ibnu Abi Dunya)


Menceritakan rahasia suami-isteri.

“Orang yang paling buruk tempatnya di hari kiamat, adalah laki-laki yang telah menggauli istrinya, kemudian ia ceritakan rahasianya”(HR. Muslim)
“Dusta akan mendorong untuk curang. Kecurangan akan mendorong ke neraka. Orang yang berdusta akan terus berdusta hingga dicatat Allah sebagai pendusta” (Muttafaq alaih.).  "Tiga ciri orang munafik, apabila bicara berdusta, apabila berjanji mengingkari dan apabila dipercaya berkhianat” (HR Bukhari dan Muslim).  “Sesungguhnya orang munafik itu tempatnya di kerak neraka”.


Kesaksian palsu.

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.” (QS al Isra:36).  Qotadah berkata, “Jangan mengatakan ‘Aku melihat demikian’ padahal tidak melihatnya, ‘Aku mendengar demikian’ padahal tidak mendengarnya, ‘Aku tahu demikian’ padahal tidak mengetahuinya”.

Gurauan bohong.

“Ada orang yang mengucapkan kata-kata agar teman-temannya tertawa namun kata-kata itu menjerumuskannya (ke neraka)…”(HR Ahmad). “Celaka orang berbicara dusta untuk ditertawakan orang…” (HR Abu Dawud dan At Tirmidzi).
“Jauhilah olehmu perbuatan hasud, karena menghilangkan kebaikan seperti api memakan kayu bakar”.


Tips Menjaga Lisan.
Muslim yang paling baik adalah, “Seseorang yang membuat muslim lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya” (HR Muslim).  Mereka menjaga lisannya dari segala ucapan yang bisa menyakiti hati orang.
Tidak menghina. "Hai orang-orang yang beriman! Janganlah segolongan kalian menghina golongan yang lain, boleh jadi (mereka yang dihina) lebih baik (dari yang menghina)" (QS. Al Hujurat 49:11).


Tidak su’udzon.  Selalu husnudzan (berbaik sangka).

“…jauhilah kebanyakan prasangka, karena sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa” (QS Al Hujurat: )
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia mengucapkan kata-kata yang baik atau diam” (HR Bukhari Muslim).   Bila bicara dan diam sama maslahatnya, maka sunnahnya adalah diam. Pembicaraan yang mubah bisa masuk dalam pembicaraan yang haram/dibenci”.
“Setiap ucapan Bani Adam membahayakan dirinya, kecuali amar ma’ruf nahi munkar dan Dzikrullah” (HR Trimidzi)
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal shalih dan berkata, “ Sesungguhnya aku termasuk muslim.” (QS. Al Fushilat : 33)


Dengarkan pembicaraan yang haq. Jika mendengar kebatilan, kita harus menolong orang yang zalim dan dizalimi dengan mengalihkan pembicaraan, menghentikan, atau meninggalkannya.
 

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan mereka kecuali bisikan dari orang yang menyuruh bersedekah, berbuat ma’ruf, atau perdamaian di antara manusia” (QS.4:114)
Imam Asy-Syafi’I berkata, "Berpikirlah dahulu sebelum bicara. Jika maslahat bicaralah.  Jika mudharat/ragu-ragu, diamlah. Manusia diberi dua telinga dan satu mulut supaya lebih banyak mendengar daripada bicara.
 

“Tidak ada kebaikan dalam hidup ini kecuali diam namun berpikir atau berbicara dengan ilmu.” Sufyan Ats-Tsauri
Ibnu As-Sammak berkata, "Binatang buasmu ada di lisanmu, karena bisa menfitnah siapa saja yang lewat di depanmu, kecuali tiga hal yang menghalangimu; menyebut perkara yang ada padamu, menyebut  perkara dimana kesalahanmu lebih darinya, menyebut urusan dimana Allah telah memaafkanmu.
 

"…berkatalah dengan perkataan yang benar". (QS Al Baqarah:263)
Berkata sesuai tempatnya. Tiap perkataan ada tempat terbaiknya dan tiap tempat ada perkataan terbaiknya.
Tidak kasar dalam berbicara.  Hati-hatilah, kadang kelihatannya seperti memberi nasehat tetapi ternyata mencaci maki (mengutuk/mencela) anak/suami/istri/murid/bawahan.. Ketika ada orang kafir terbunuh dalam perang Badar, Nabi bersabda : "Janganlah kamu memaki mereka, karena dapat menyakiti orang-orang yang hidup" (HR An Nasai)
Berkata yang bermanfaat. "Diantara tanda kebaikan akhlak muslim adalah meninggalkan apa yang tidak perlu"(HR Tirmidzi). "Demi Allah Aku tidak suka menceritakan tentang seseorang". (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).



Ummu Hafizh
Sumber: Suara-Islam.com
Share on:
  • ← Previous post
  • This blog is to share my Travel stories.
  • Hi, my name is Putra. I'm traveller originally from Indonesia, living in Bogor, West Java.
140x140

Putratama Taufik

Founder of the website
Facebook Twitter Instagram RSS
Labels
  • Cerita unik
  • automotive
  • cerita sehari-hari
  • cinta
latest posts
latest comments
Powered by Blogger.

Contact Form

Name

Email *

Message *

Followers

Putratama Taufik @Dat70s
@Putratama Taufik Please contact us via info@Putratama Taufik

Please contact me at putratama.taufik@gmail.com

— Denmas_88 (@Dat70s) August 12, 2019

Putratama taufik

Blogroll

  • DALS AUTOBODY
    Pengecatan Mercedes Benz E320 W124 Masterpiece
  • Dals AutoBody - YouTube

This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style. This is a super clean and elegant WordPress theme for every bloggers. Theme is perfect for sharing all sorts of media online. Photos, videos, quotes, links... etc.

Facebook Twitter Flickr Linkedin Gplus Youtube

Putratama Taufik

Together We Rise

  • Home
Created By SoraTemplates | Distributed By Gooyaabi Templates